Monday, December 5, 2011

Green Openspaces


RTH Kota Bekasi

Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces) adalah kawasan atau areal permukaan tanah yang didominasi oleh tumbuhan yang dibina untuk fungsi perlindungan habitat tertentu, dan atau sarana lingkungan/kota, dan atau pengamanan jaringan prasarana, dan atau budidaya pertanian. Selain untuk meningkatkan kualitas atmosfer, menunjang kelestarian air dan tanah, Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces) di tengah-tengah ekosistem perkotaan juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lansekap kota.

Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 % dari luas wilayah. Hampir disemua kota besar di Indonesia, Ruang terbuka hijau saat ini baru mencapai 10% dari luas kota. Padahal ruang terbuka hijau diperlukan untuk kesehatan, arena bermain, olah raga dan komunikasi publik. Pembinaan ruang terbuka hijau harus mengikuti struktur nasional atau daerah dengan standar-standar yang ada.




Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces) terdiri dari Ruang Terbuka Hijau Lindung (RTHL) Dan Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTH Binaan).


·                     Ruang Terbuka Hijau Lindung (RTHL) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih bersifat terbuka/ umum, di dominasi oleh tanaman yang tumbuh secara alami atau tanaman budi daya. Kawasan hijau lindung terdiri dari cagar alam di daratan dan kepulauan, hutan lindung, hutan wisata, daerah pertanian, persawahan, hutan bakau, dsbnya.
·                     Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTHB) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih bersifat terbuka/ umum, dengan permukaan tanah di dominasi oleh perkerasan buatan dan sebagian kecil tanaman. Kawasan/ruang hijau terbuka binaan sebagai upaya menciptakan keseimbangan antara ruang terbangun dan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota, peresapan air, pencegahan polusi udara dan perlindungan terhadap flora
Fungsi Dan Manfaat Ruang Terbuka Hijau

Pentingnya ruang terbuka hijau, dapat kita lihat dari fungsi dan manfaat yang dapat diambil darinya. Secara umum Ruang Terbuka Hijau mempunyai atau memiliki fungsi utama (intrinsik) yakni fungsi ekologis dan fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu fungsi arsitektural, fungsi sosial dan fungsi ekonomi.


·                     Adapun fungsi dari penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan :
a) Pengamanan keberadaan kawasan lindung perkotaan;
b) Pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air dan udara;
c) Tempat perlindungan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati;
d) Pengendali tata air; dan e) Sarana estetika kota.


·                     Adapun manfaat penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan :
a) Sarana mencerminkan identitas daerah;
b) Sarana penelitian, pendidikan dan penyuluhan;
c) Sarana rekreasi aktif dan pasif serta interaksi sosial;
d) Meningkatkan nilai ekonomi lahan perkotaan;
e) Menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan prestise daerah;
f) Sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa dan manula;
g) Sarana ruang evakuasi untuk keadaan darurat;
h) Memperbaiki iklim mikro; dan
i) Meningkatkan cadangan oksigen di perkotaan.

Tanaman Meredam Suara Bising Sampai 80 %

Penataan RTH yang tepat mampu meningkatkan kualitas atmosfer kota, penyegaran udara, menurunkan suhu kota, menyapu debu permukaan kota, menurunkan kadar polusi udara dan meredam kebisingan. Penelitian Embleton ( 1983 ) menyebutkan, 1 hektar RTH dapat meredam suara 7 desibel per 30 meter jarak dari sumber suara, pada frekuensi kurang dari 1000 CPS. Versi Carpenter ( 1975 ) dapat meredam kebisingan 25-80 %.

RTH umumnya didominasi tanaman dan tumbuhan yang banyak berpengaruh pada kualitas udara kota. Tanaman dapat menciptakan iklim mikro, yaitu penurunan suhu sekitar, kelembaban yang cukup, kadar oksigen yang bertambah karena adanya proses asimilasi dan evapotranspirasi dari tanaman. Tanaman juga menyerap ( mengurangi ) karbondioksida di udara hasil kegiatan industri, kendaraan bermotor, dsb. Menurut riset Gerakis, 1 hektar RTH dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk konsumsi 1500 orang per hari. Kota yang baik seyogyanya membuat warga kota sehat dengan kenyamanan dan kualitas lingkungan yang dimilikinya.

Elemen Lanskap terbagi Dua :
Elemen keras ( hard material ) : perkerasan, bahan statis
Elemen lembut ( soft material ) : tanaman, air.

Bagi arsitek lanskap yang banyak menangani hubungan antara manusia, alam dan teknologi bahan, tanaman merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan. Elemen lembut selalu berkembang sesuai masa pertumbuhannya, menyebabkan bentuk, tektur, warna dan ukurannya selalu berubah. Tanaman adalah makhluk yang tumbuh dipengaruhi alam dan tempatnya tumbuh. Tata hijau ( planting design ), sangat penting dalam pembentukan ruang luar. Penataan dan perancangannya mencakup ; habitus tanaman, karakter tanaman, fungsi tanaman dan peletakan tanaman.

Habitus tanaman adalah tanaman yang dilihat dari segi botanis/ morphologis, sesuai dengan ekologis dan efek visual. Segi botani tanaman, terdiri :
- Pohon : batang berkayu, percabangan jauh dari tanah, berakar dalam dan tinggi di atas 3 meter.
- Perdu : batang berkayu, percabangan dekat tanah, berakar dangkal, tinggi 1-3 meter.
- Semak : batang tidak berkayu, percabangan dekat tanah, berakar dangkal, tinggi 50-100 cm.
- Penutup tanah : batang tidak berkayu, berakar dangkal, tinggi 20 a€“ 50 cm.
- Rerumputan.

Segi ekologis, tanaman dilihat dari tempat hidupnya di ;
- Dataran rendah
- Dataran tinggi
- Lereng
- Gurun
- Danau
- Pantai.
Elemen Pengisi RTH RTH dibangun dari kumpulan tumbuhan dan tanaman atau vegetasi yang telah diseleksi dan disesuaikan dengan lokasi serta rencana dan rancangan peruntukkannya. Lokasi yang berbeda (seperti pesisir, pusat kota, kawasan industri, sempadan badan-badan air, dll) akan memiliki permasalahan yang juga berbeda yang selanjutnya berkonsekuensi pada rencana dan rancangan RTH yang berbeda. Untuk keberhasilan rancangan, penanaman dan kelestariannya maka sifat dan ciri serta kriteria (arsitektural dan hortikultural tanaman/vegetasi) penyusun RTH harus menjadi bahan pertimbangan dalam menseleksi jenis-jenis yang akan ditanam. Persyaratan umum tanaman untuk ditanam di wilayah perkotaan: (a) Disenangi dan tidak berbahaya bagi warga kota (b) Mampu tumbuh pada lingkungan yang marjinal (tanah tidak subur, udara dan air yang tercemar) (c) Tahan terhadap gangguan fisik (vandalisme) (d) Perakaran dalam sehingga tidak mudah tumbang (e) Tidak gugur daun, cepat tumbuh, bernilai hias dan arsitektural (f) Dapat menghasilkan O2 dan meningkatkan kualitas lingkungan kota (g) Bibit/benih mudah didapatkan dengan harga yang murah/terjangkau oleh masyarakat (h) Prioritas menggunakan vegetasi endemik/lokal (i) Keanekaragaman hayati Jenis tanaman endemik atau jenis tanaman lokal yang memiliki keunggulan tertentu (ekologis, sosial budaya, ekonomi, arsitektural) dalam wilayah kota tersebut menjadi bahan tanaman utama penciri RTH kota tersebut, yang selanjutnya akan dikembangkan guna mempertahankan keanekaragaman hayati wilayahnya dan juga nasional.

Read more at:
 http://www.attayaya.net/2009/07/ruang-terbuka-hijau-rth.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://www.attayaya.net 
RTH dibangun dari kumpulan tumbuhan dan tanaman atau vegetasi yang telah diseleksi dan disesuaikan dengan lokasi serta rencana dan rancangan peruntukkannya. Lokasi yang berbeda (seperti pesisir, pusat kota, kawasan industri, sempadan badan-badan air, dll) akan memiliki permasalahan yang juga berbeda yang selanjutnya berkonsekuensi pada rencana dan rancangan RTH yang berbeda. Untuk keberhasilan rancangan, penanaman dan kelestariannya maka sifat dan ciri serta kriteria (arsitektural dan hortikultural tanaman/vegetasi) penyusun RTH harus menjadi bahan pertimbangan dalam menseleksi jenis-jenis yang akan ditanam. Persyaratan umum tanaman untuk ditanam di wilayah perkotaan: (a) Disenangi dan tidak berbahaya bagi warga kota (b) Mampu tumbuh pada lingkungan yang marjinal (tanah tidak subur, udara dan air yang tercemar) (c) Tahan terhadap gangguan fisik (vandalisme) (d) Perakaran dalam sehingga tidak mudah tumbang (e) Tidak gugur daun, cepat tumbuh, bernilai hias dan arsitektural (f) Dapat menghasilkan O2 dan meningkatkan kualitas lingkungan kota (g) Bibit/benih mudah didapatkan dengan harga yang murah/terjangkau oleh masyarakat (h) Prioritas menggunakan vegetasi endemik/lokal (i) Keanekaragaman hayati Jenis tanaman endemik atau jenis tanaman lokal yang memiliki keunggulan tertentu (ekologis, sosial budaya, ekonomi, arsitektural) dalam wilayah kota tersebut menjadi bahan tanaman utama penciri RTH kota tersebut, yang selanjutnya akan dikembangkan guna mempertahankan keanekaragaman hayati wilayahnya dan juga nasional.

Read more at:
 http://www.attayaya.net/2009/07/ruang-terbuka-hijau-rth.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://www.attayaya.net
RTH dibangun dari kumpulan tumbuhan dan tanaman atau vegetasi yang telah diseleksi dan disesuaikan dengan lokasi serta rencana dan rancangan peruntukkannya. Lokasi yang berbeda (seperti pesisir, pusat kota, kawasan industri, sempadan badan-badan air, dll) akan memiliki permasalahan yang juga berbeda yang selanjutnya berkonsekuensi pada rencana dan rancangan RTH yang berbeda. Untuk keberhasilan rancangan, penanaman dan kelestariannya maka sifat dan ciri serta kriteria (arsitektural dan hortikultural tanaman/vegetasi) penyusun RTH harus menjadi bahan pertimbangan dalam menseleksi jenis-jenis yang akan ditanam. Persyaratan umum tanaman untuk ditanam di wilayah perkotaan: (a) Disenangi dan tidak berbahaya bagi warga kota (b) Mampu tumbuh pada lingkungan yang marjinal (tanah tidak subur, udara dan air yang tercemar) (c) Tahan terhadap gangguan fisik (vandalisme) (d) Perakaran dalam sehingga tidak mudah tumbang (e) Tidak gugur daun, cepat tumbuh, bernilai hias dan arsitektural (f) Dapat menghasilkan O2 dan meningkatkan kualitas lingkungan kota (g) Bibit/benih mudah didapatkan dengan harga yang murah/terjangkau oleh masyarakat (h) Prioritas menggunakan vegetasi endemik/lokal (i) Keanekaragaman hayati Jenis tanaman endemik atau jenis tanaman lokal yang memiliki keunggulan tertentu (ekologis, sosial budaya, ekonomi, arsitektural) dalam wilayah kota tersebut menjadi bahan tanaman utama penciri RTH kota tersebut, yang selanjutnya akan dikembangkan guna mempertahankan keanekaragaman hayati wilayahnya dan juga nasional.

Read more at:
 http://www.attayaya.net/2009/07/ruang-terbuka-hijau-rth.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://www.attayaya.net

Fungsi Tanaman


Tanaman selain bernilai estetis juga meningkatkan kualitas lingkungan. Berbagai fungsi tanaman dapat dikategorikan sbb :

Kontrol pandangan
.
Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari, lampu jalan, dan sinar lampu kendaraan. Pohon atau perdu yang padat sebaiknya diletakkan di sisi atau median jalan. Di median jalan tol, dilarang menanam pohon, sebaiknya tanaman semak agar sinar lampu kendaraan dari arah berlawanan bisa dikurangi. Peletakan pohon, perdu, semak, ground cover dan rumput dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan, hempasan air hujan dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang membutuhkan keteduhan. Tanaman tinggi diperlukan untuk menghalangi cahaya yang sangat terang. Tanaman rendah untuk menghalangi refleksi dari kaca jendela rumah. Tanaman dapat dipakai sebagai dinding, atap dan lantai ( komponen pembentuk ruang ). Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi, atau tanaman merambat pada pergola. Lantai bisa dibentuk dari rumput atau penutup tanah ( ground covers ). Pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan, dapat dikendalikan dengan pengaturan tanaman. Tanaman bisa digunakan untuk membatasi pandangan ( ruang pribadi/ privacy space ). Ruang pribadi dibentuk dengan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1,5 a€“ 2 meter. Tanaman dapat pula dimanfaatkan untuk menghalangi pandangan terhadap hal2 yang tidak menyenangkan untuk dilihat, seperti timbunan sampah, tempat pembuangan sampahdan galian tanah.
Pembatas fisik
.
Tanaman dapat dipakai sebagai penghalang pergerakan manusia dan hewan, juga mengarahkan pergerakan.
Pengendali iklim
.
Faktor iklim yang mempengaruhi kenyamanan manusia adalah suhu, radiasi matahari, angin, kelembaban, suara dan aroma. Tanaman menyerap panas sinar matahari dan memantulkannya, sehingga menurunkan suhu dan iklim mikro. Bayang2 tajuk pohon menciptakan iklim mikro. Tanaman menahan, menyerap dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. Perhatikan tinggi pohon, bentuk, jenis, kepadatan dan lebar tajuk. Tanaman mengurangi kecepatan angin 40 a€“ 50 %. Tanaman dapat menyerap suara bising di daerah yang membutuhkan ketenangan. Perhatikan tinggi pohon, lebar tajuk dan komposisi tanaman. Contoh, pada topografi lembah, tanaman Coniferous mereduksi 75 % suara mobil dan 80 % suara truk. Pada topografi datar, tanaman semak mereduksi 75 % suara mobil dan 50 % suara truk. Tanaman sebagai filter, menyaring debu, bau dan memberi udara segar.
Pencegah erosi
.
Pembentukan muka tanah, pemotongan dan penambahan muka tanah ( cut and fill ), penggalian tanah untuk danau buatan bisa menimbulkan efek negatif pada lahan. Tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh air hujan dan hembusan angin kencang. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. Juga menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. Untuk jenis tanaman merambat, maksimal kemiringan tanah 45 derajat ( perhatikan karakter akar dan tanah ).
Habitat satwa
.
Tanaman menjadi sumber makanan bagi hewan dan tempat berlindungnya, sehingga secara tidak langsung membantu pelestarian kehidupan satwa.
Nilai estetis
.
Nilai ini diperoleh dari perpaduan antara warna ( daun, batang, bunga ), bentuk fisik tanaman ( batang, percabangan, tajuk ), tekstur tanaman, skala dan komposisi tanaman. Nilai estetis tanaman diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis atau kombinasi antara tanaman dengan elemen lanskap lainnya. Bayangan tanaman terhadap dinding, lantai, perbedaan bentuknya saat tertiup angin dan bergulirnya waktu, bisa terlihat indah. Tanaman yang diletakkan pada tepi atau sekeliling kolam, bayangannya akan tercermin di air ( refleksi ) menghasilkan pemandangan menarik.

Keindahan itu meningkatkan kualitas lingkungan.

Be Positif Thinking.. :)

Kita tidak tau apa yang sedang dfikirkan oleh masing- masing orang di sekeliling kita. Entah mereka sedang memikirkan sesuatu yang disebut beban sehingga membuat mereka sedih dan merenung dalam kesendirian atau memikirkan sesuatu yang disebut anugrah sehingga membuat mereka tertawa dengan bahagia.

Saat berhadapan dengan orang lain maka hendaklah kita mengerti dan memahami apa yang sedang mereka rasakan dalam pemikiran mereka.

Saat saya berjalan, saya tidak tau apa yang sedang mereka fikirkan tentang saya waktu mereka melihat saya..
saat saya berbicara dengan mereka saya tidak tau tanggapan yang ada dalam benak mereka..
tetapi saya tanggapi itu semua dengan tanggapan dan pemikiran yang positif.

so, apapun itu yang terjadi dalam kehidupan ini yuk kita jalani semuanya dengan pikiran dan tindakan yang positif  :)

saat kalian di sakiti, tanggapi dengan cara mengatur pemikiran bahwa kalian tidak tersakiti, maka kalian akan terjauh dari penyakit hati loh.. :)
saat kalian ingin menyakiti, ingat..mereka semua saudara kita.. :)
hidup dengan penuh kasih sayang nan tentram damai dan sejahtera.. :)

Wednesday, November 23, 2011

Kegiatan Bisnis di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan Indonesia ini tergantung dari sejauh mana perkembangannya dari bidang bisnis dan ekonomi. Perkembangan dalam bidang bisnis dan ekonomi ini faktor yang sangat penting dalam hal kemajuan dalam sebuah negara. Kesejahteraan rakyat dan pemerataan kehidupan yang layak merupakan salah satu bentuk hasil yang diinginkan dalam perkembangan di bidang ekonomi.
perkembangan bisnis dan ekonomi untuk negara (gambar: blog.triskati.ac.id)


Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.

Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
Dalam hal faktor ekonomi, sumber daya manusia menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada. Sumber daya manusia inilah yang akhirnya menjadi peran penting dalam perkembangan ekonomi, mereka bergerak dalam dunia bisnis dan mampu untuk mengembangkan pertumbuhan atau perkembangan ekonomi.
Di Indonesia sendiri banyak sekali kegiatan bisnis yang dilakukan yang berpengaruh banyak terhadap kelangsungan perkembangan ekonomi baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Dilihat dari aspek kegiatannya, bisnis yang terjadi di Indonesia terbagi menjadi 3 jenis kegiatan, yaitu:
  1. Produksi,  dalam bidang ini kegiatan bisnis yang terjadi merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan produksi ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu produksi primer (kegiatan yang berhubungan langsung dengan pengolahan sumber daya alam, contohnya adalah seorang petani yang sedang mengolah lahan pertaniannya dari mulai menanam sampai dengan memanen), produksi sekunder (kegiatan ini lebih condong kedalam proses pengolahan bahan mentah dari sumber daya alam yang tersedia menjadi barang jadi, contohnya kulit mentah yang diolah menjadi sepatu, tas, jaket, dll), dan produksi tersier (hal ini lebih condong kepada kegiatan yang sifatnya adalah pemberian jasa, contohnya asuransi, perbankkan, dsb)
  2. Distribusi, kegiatan yang terjadi pada bidang ini adalah jenis kegiatan bisnis yang bergerak dalam bidang pengendalian atau pengiriman barang dari produsen ke konsumen, contohnya adalah supplier, pengemasan, pengendalian pengadaan barang, sampai dengan hal transportasi.
  3. Konsumsi, kegiatan bisnis yang terjadi pada bidang ini lebih cenderung kedalam hal penggunaan barang dan jasa. Contoh kegiatan bisnis yang terjadi pada bidang ini adalah bisnis yang bergerak dalam hal penyediaan barang atau jasa dan pengetahuan tentang penggunaan suatu produk (iklan).
Dilihat dari ketiga jenis kegiatan tersebut, maka kegiatan bisnis di Indonesia lebih terarah dan terencana, produsen bisa mengetahui kebutuhan dan permintaan dari konsumen, sehingga mereka mengetahui apa yang seharusnya mereka produksi dan tahu bagaimana caranya agar produk mereka tersebut sampai pada konsumen, atau istilahnya adalah sistem pemasarannya yang tepat untuk pemanfaatan produksi yang tepat.
Dilihat dari sistem pemasarannya, kegiatan bisnis yang terjadi di Indonesia ini terbagi menjadi beberapa bagian:
beberapa trend mark franchise (gbr: indochasregister.com)
  • Bisnis konvensional, bisnis dengan pemasaran secara konvensional merupakan bisnis yang terjadi pada umumnya yang terjadi di negara Indonesia, bahkan untuk negara-negara lainnya juga. Pada sistem ini kegiatan bisnis yang terjadi adalah produsen mempromosikan langsung kepada konsumen, sehingga keuntungan yang diperoleh merupakan keuntungan langsung dari penjualan. Contoh bisnis ini banyak kita lihat di kehidupan sehari-hari, dan memang pada umumnya masyarakat Indonesia bergerak dalam bisnis yang memakai sitem pemasaran secara konvensional ini.
  • Bisnis franchise, sistem pemasaran ini erat kaitannya dengan sebuah kepercayaan. Bisnis yang bergerak dibidang franchise memiliki sistem penjualan yang sangat jelas. Bisnis ini dikelola oleh dua pihak, yang pertama adalah orang yang memiliki sistem bisnis dan orang yang tertarik dengan sistem bisnis tersebut. Orang yang memiliki sistem bisnis akan menjual sistemnya tersebut kepada orang yang percaya akan sistemnya, kemudian sistem itu yang kemudian bekerja sendiri untuk memperoleh keuntungan kepada orang yang telah membeli sistemnya itu sendiri. Contohnya adalah bisnis retail yang ada pada lingkungan sekitar kita, dengan kita membeli "merek dagang" retail tertentu, maka kita tinggal menerima hasil yang diperoleh oleh "merek dagang" tersebut  yang kita beli. jadi tidak perlu lagi bingung dan pusing memikirkan bagaimana cara menjual dan cara pengadaan barangnya, karena sistemnya sendiri yang bekerja untuk itu.
  • Bisnis network marketing, bisnis ini merupakan salah satu kegiatan pemasaran bisnis dimana setiap orang berhak menjadi seorang pemasar sekaligus konsumen dari kegiatan bisnis yang dia ikuti. Istilah lain dari bisnis ini adalah multilevel marketing (MLM), dimana seseorang akan menjadi distributor resmi sebuah perusahaan dan juga merangkap sebagai konsumen tetap (selama orang itu masih sebagai distributor), selain itu juga mereka merangkap sebagai pengembangan sumber daya manusia atau HRD (human research development) dari perusahaan tersebut untuk bagian marketing. Bisnis ini sangat menjanjikan keuntungan yang sangat besar untuk perusahaan dan bagi distributor itu sendiri, banyak masyarakat Indonesia yang meraih keuntungan yang sangat besar dari bisnis ini, tapi tidak sedikit pula yang mendapatkan kegagalan. Karena tidak ada keterikatan secara langsung dengan perusahaan sehingga upaya dan komitmen mereka sendiri yang menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh.
  • Bisnis online, bisnis ini makin mencuat seiring dengan perkembangan internet di dunia, setiap produsen berlomba-lomba memasaran produk mereka tanpa harus membayar upah kepada pegawainya (pemasar) karena pemasarannya sendiri menggunakan teknologi yaitu berupa internet. Para produsen tak perlu lagi capek-capek bertemu dengan pembeli ataupun menggaji seorang distributor, karena dengan bantuan internet dan sedikit kepercayaan dari konsumen, maka keuntungan dapat langsung diperoleh. Mereka (produsen) menawarkan produknya kepada pembeli dengan gambaran yang sangat jelas, kalau pembeli tertarik maka transaksi dilakukan via transfer dan barang pun dikirim melalui jasa pengiriman barang. Bisnis ini sebenarnya sangat riskan bagi konsumen, karena penipuan sangat mudah dilakukan oleh para produsen (karena tidak bertatap langsung dan tidak melihat barang yang dibeli -ibarat membeli kucing dalam karung-), namun hal ini tidak menyurutkan potensi bisnis online itu sendiri, karena pada kenyataannya bisnis online ini semakin berkembang di Indonesia.
  • Bisnis affiliasi, pada bisnis dengan sistem ini kita mempromosikan produk atau layanan milik orang lain, dan apabila terjadi transaksi sesuai dengan aturan yang disepakati, maka kita akan mendapat komisi. Pada awalnya, bisnis affiliasi memang terbatas pada kegiatan mempromosikan barang dagangan milik orang lain, dan apabila ada orang yang membeli melalui referensi kita, maka kita akan mendapatkan ‘tips’ dari transaksi yang terjadi. Namun dengan pesatnya perkembangan bisnis online, maka bisnis affiliasi turut berevolusi sehingga tidak lagi terbatas pada proses menjual saja. Bisnis affiliasi ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Pay Per Sales (jenis bisnis affiliasi tradisional dimana seorang affiliate -dalam hal ini adalah diri kita- akan mendapat komisi setiap kali produk atau layanan milik penyedia jasa affiliate terjual, contohnya adalah Amazon Associates ), Pay Per Lead (jenis bisnis affiliasi dimana seorang affiliate akan mendapat komisi setiap kali ia berhasil mereferensikan orang lain untuk bergabung dengan program atau layanan tertentu, contohnya adalah program Paypal Wishlist yang diselenggarakan oleh Paypal beberapa waktu yang lalu), dan Pay Per Action (jenis bisnis affiliasi dimana seorang affiliate akan mendapat komisi setiap kali ia berhasil mereferensikan orang lain untuk melakukan suatu kegiatan sesuai dengan yang disyaratkan oleh penyedia program affiliasi, contohnya adalah CPALead).
Itulah beberapa jenis kegiatan bisnis yang terjadi di negara kita, setidaknya kita bisa belajar banyak dan mengetahui perkembangan bisnis yang ada. Untuk masalah kelebihan dan kekurangan tiap jenis bisnis tersebut (dilihat dari cara pemasarannya) mungkin bisa saya paparkan dalam postingan berikutnya. Dalam berbisnis, pastikan kita sudah mengetahui sistem pemasaran yang akan kita pilih dan reesiko yang akan kita terima, karena sistem pemasaran dan resiko adalah faktor penentu keberhasilan bisnis kita. semakin berkembang bisnis kita, maka kita berpengaruh juga terhadap pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia.


http://gunadarma.ac.id
Sumber : wikipedia, nurlitasagala, cosaaranda

Sunday, November 20, 2011

Aku takut..

Ya Allah..
sunguh aku takut..
aku gelisah..
hati ini tak tenang..
sungguh aku tak ingin kehilangan dia..
kehilangan akan sosok lembut nan indahnya..
ya Allah..
beri aku kekuatan..
dan sampaikan padanya..
bahwa aku sangat mencintainya..
tak akan berkurang sampai akhir nafasku berhembus..
sekalipun aku terbuang, aku akan tetap menyayanginya..
akan tetap menjaganya..
akan tetap di sisinya..
aku akan selalu ada untuknya..
oh.. Tuhan..
lagi dan lagi air mataku ini menjadi saksi bisu akan perihnya perasaanku..
jika aku diberi kesempatan untuk bersamanya, aku tidak akan menyia nyiakan dirinya ya Allah..
hari demi hari ku hampa tanpa hadirnya..
tanpa kasihnya..

tanpa sayang dan cintanya..